Strategi Menabung Uang Untuk Pendidikan Anak Kelak

2:56 AM dian riswandi 0 Comments

Strategi Menabung Uang Untuk Pendidikan Anak Kelak - Meskipun banyak negara telah menerapkan pendidikan gratis untuk rakyat, Indonesia termasuk negara yang biaya pendidikan yang cukup mahal. Biaya pendidikan seringkali menjadi momok bagi orang tua karena sering mencekik dan membuat pendapatan dibongkar.

Tidak heran banyak keluarga yang telah lama mulai berpikir bagaimana untuk membayar anak-anak mereka ke pendidikan tinggi. Bahkan berpikir ini dilakukan sebelum anak lahir atau masih balita. Dalam hal apapun harus ada solusi untuk memastikan bahwa anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak sementara keluarga masih bisa stabil ekonomi.

Berikut adalah beberapa contoh dari produk keuangan dan investasi yang biasanya dilakukan oleh orang tua. Siapa tahu Anda bisa terinspirasi setelah membaca:

1. Tabungan Konvensional

Menabung Di Bank
Menabung Di Bank via infobanknews.com

Cara menyimpan dana ini termasuk populer di kalangan orang-orang, terutama mereka yang tidak ingin rumit. Banyak produk tabungan yang bisa dipilih dengan kelebihan yang cukup menggiurkan. Misalnya, bunga dan asuransi kesehatan fasilitas. Dalam beberapa bank tabungan juga fasilitas untuk anak Anda. Sehingga akan menginspirasi Anda untuk lebih aktif untuk menyisihkan sebagian dari pendapatan uang.

Selain lebih mudah, hemat dianggap memberikan kepastian, keamanan dan dapat ditarik sewaktu-waktu dibutuhkan. Anda hanya mendisiplinkan diri untuk menyisihkan sebagian uang ke tabungan. Prinsip tabungan memang itu adalah "sedikit-demi-sedikit lama-lama jadi bukit". Kekurangan dari investasi ini adalah kegiatan berhenti ketika Anda mati. Tidak ada jaminan bahwa uang untuk tabungan pendidikan akan tumbuh.

Baca Juga: GADAI BPKB MOBIL

2. Tabungan Pendidikan

Tabungan Pendidikan
Tabungan Pendidikan via intisari-online.com

Penghematan ini menyediakan fasilitas asuransi jiwa, jadi jika Anda tidak memiliki target dana pendidikan tetap akan tercapai. Selain fasilitas asuransi jiwa, tabungan ini juga memiliki fasilitas mengoda bunga dan fasilitas asuransi kesehatan dengan biaya tambahan. Biasanya rekening tabungan pendidikan sering berasal dari akun pribadi Anda di bank dan auto-debet sama sistem. Anda cukup membuka tabungan pendidikan di bank-bank yang memiliki fasilitas tersebut dan membawa kartu ID, buku tabungan Anda, ditambah akte kelahiran bayi.

Misalnya, Anda berencana untuk menghemat $ 1 juta per bulan untuk tabungan pendidikan anak. Jadi setiap bulan bank secara otomatis akan memotong $ 1 juta dari akun pribadi Anda untuk menempatkan tabungan pendidikan anak sampai periode waktu yang telah ditentukan. Jika Anda mati, bank akan menggunakan asuransi jiwa untuk menutupi semua tabungan angsuran yang belum dibayar.

Oh ya, bagaimana jika Anda tidak mampu membayar tabungan ini karena ada masalah ekonomi? Tenang, biasanya uang yang Anda sudah cicil selama ini untuk memasukkan kembali tabungan utama Anda. Tentu saja, dengan sejumlah potongan untuk administrasi.

3. Asuransi Pendidikan

Manfaatkan Asuransi Pendidikan
Manfaatkan Asuransi Pendidikan via apcwebconcept.com

Banyak yang berpikir kalau tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan itu sama. Pikiran itu memang tidak sepenuhnya salah, karena sekilas memang sama meskipun ada beberapa perbedaan yang cukup signifikan.
Berbedaan asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan:
  1. Asuransi pendidikan diterbitkan oleh perusahaan asuransi, sementara tabungan pendidikan diterbitkan oleh bank.
  2. Meskipun premi sudah selesai dibayar, asuransi pendidikan baru bisa dicairkan jika jatuh tempo atau Anda meninggal, sementara tabungan pendidikan bisa dicairkan saat Anda menyelesaikan kewajiban menabung atau tidak mampu lagi membayar cicilan.
  3. Potongan untuk mencairkan dana asuransi pendidikan sebelum waktunya lebih besar ketimbang tabungan pendidikan.
  4. Meskipun keuntungan atau timbal balik asuransi pendidikan lebih besar, prosesnya lebih rumit ketimbang tabungan pendidikan.
Misalnya Anda mengambil asuransi pendidikan dengan premi selama 15 tahun dengan asumsi asuransinya akan cair sebanyak tiga kali yaitu saat anak Anda tamat SD, tamat SMP dan masuk perguruan tinggi. Nah diluar tiga hal tadi, asuransi itu tidak akan cair, kecuali bila Anda meninggal dunia.

4. Investasi Reksadana

Investasi Reksadana
Investasi Reksadana via aidilakbar.com

Untuk pemula tentang investasi, Anda dapat mencoba untuk melakukan investasi skala kecil oleh reksa dana yang berisiko kecil tapi manfaat lumayan.

Dari semua reksa dana, Anda dapat mencoba campuran reksa dana jenis konvensional yang diinvestasikan ke dalam berbagai dana investasi baik berisiko tinggi atau rendah misalnya untuk obligasi, deposito dan saham. Anda mendapatkan keuntungan dari investasi panjang tiga sampai lima tahun. Produk ini akan membantu Anda mempersiapkan dana pendidikan bayi.

5. Deposito

Produk Deposito 
 Produk Deposito via mitrainvestor.co.id

Jika kebetulan Anda memiliki sejumlah uang dari bisnis, maka Anda dapat menyetorkan uang untuk biaya pendidikan anak-anak. Cara ini dianggap cukup akurat karena deposito tidak bisa dicairkan sebanyak mungkin dan bunga-bunga yang cukup baik dibandingkan dengan tabungan konvensional.

Pilih produk dengan deposito berjangka yang Anda butuhkan atau sesuai dengan masa ketika anak Anda perlu untuk biaya sekolah.

6. Investasi Emas

Investasi Emas
Investasi Emas via hiduphemat.com

Sejak zaman dahulu nenek moyang kita menjaga emas yang bisa ditarik bila diperlukan. Metode ini bisa menjadi adaptasi untuk memastikan bayi Anda mendapatkan dana tabungan untuk pendidikan masa depan mereka.

Anda dapat menyimpan emas karena harganya yang relatif stabil dan mudah untuk menjual. Cobalah untuk mempertahankan emas dalam bentuk batangan yang memiliki tingkat 99 persen. Sekarang emas tidak hanya ditemukan di toko-toko emas, tetapi juga di beberapa tempat, misalnya di cabang PT Pegadaian, PT Aneka Tambang dan bank dalam bentuk syariah.

Menabung Sejak Dini Adalah Keharusan

Di tangan Anda-lah kepastian masa depan pendidikan anak, jadi menabung atau melakukan investasi sejak dini memang suatu keharusan. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi? top10ontheworld.blogspot.com

You Might Also Like

0 comments: